Sensasi Menginap di Hotel Ujung Dunia

Erick Wahyudi Prakoso Reply 23.45

 


Untuk kamu yang menyukai wisata denga suasana tenang dan jauh dari peradaban, Hotel Pater Noster Light House di Teluk Swedia bisa jadi rekomendasi. Pater Noster Light House berarti rumah di ujung, berlokasi di Pulau Hamneskar, Swedia.

Hotel di pulau terpencil ini berdiri berdampingan dengan mercusuar bernama serupa yang berasal dari abad ke-19 silam dan memiliki 9 kamar yang hanya dapat mengakomodasi sekitar 18 tamu.

Walau berlokasi di pulau terpencil, penginapan ini memiliki sebuah restoran, bar, serta area tidur outdoor dan kafe.

Awalnya, akomodasi hotel itu dibangun untuk rumah sang penjaga mercusuar dan stafnya. Hanya seiring dengan berjalannya waktu, mercusuar itu malah menciptakan sebuah komunitas yang terdiri dari para pelaut yang diselamatkan di sana.

Atas nilai sejarahnya, sekelompok enterpreneur Swedia yang terdiri dari pelaku hotel, restoran, desainer dan pelaut profesional bekerja sama dan memberi nafas baru bagi mercusuar tersebut. Yakni dengan menjadikannya sebuah penginapan.

Setelah disulap jadi penginapan, kini kamu bisa menikmati sejumlah fasilitas nyaman ala hotel di sana. Yang asyiknya, tamu juga bisa mencoba memancing, memasak, berlayar, bermain kayak hingga diving.

Harganya yang ditawarkan untuk mengihap di hotel ini bervariasi, mulai dari 284 Poundsterling per malam atau sekitar Rp 5,4 juta. sampai Rp 7,8 juta per malam.

Untuk mencapai hotel di ujung dunia ini, kamu bisa naik boat dari Gothenburg atau dari kota terdekat Marstrand. Bisa juga dengan naik helikopter apabila cuaca memungkinkan.


- Reqnews 

Bertualang ke Bukit Ollon Tana Toraja

Erick Wahyudi Prakoso Reply 23.42

 


Sudah bukan rahasia umum jika Tana Toraja memiliki bayak spot cantik dan mewah untuk bersua foto. Salah satunya adalah Desa Buakayu (Desa Ollon) di Kecamatan Bonggakaradeng yang menjadi Lembah Ollon atau yang populer disebut Bukit Teletubbies di Tana Toraja. 

Dengan berkendara mengguakan sepeda motor dengan durasi sekitar 2-3 jam perjalanan. Jaraknya sekitar 40 km. Namun tak sedikit treveler yang menulis kalau perjalanan menuju ke sini cukup curam, jadi treveler perlu menumpang mobil off-road atau motor trail.

Namun sulitnya track yang di tempuh akan terbayar saat kamu disambut lahan hijau berbukit yang menjadi pemandangan utama sesampainya Desa Buakayu.

Jika langit sedang cerah, di musim kering sekitar pukul 9 pagi sampai 11 siang, kamu bisa dengan mudah beragam sudut foto dengan pemandangan mirip Pegunungan Patagonia yang khas dengan tebing beruratnya.

Kamu juga bisa mendirikan tenda atau bermalam di rumah warga, sekitar Lembah Ollon.

Takhanya itu, Lembah Ollon juga menjadi lokasi warga berkebun serta beternak sapi dan kuda.

Meski wisata ini sudah viral, namun fasilitas ditempat ini masih lumayan minim. Jadi sebaiknya kamu membawa perbekalanmu.

Jagung menjadi makanan utama warga di sini. Meski tempat ini sudah viral di media sosial, namun fasilitas wisatanya masih minim, sehingga turis bisa membawa bekal makanan dan minuman sendiri untuk mengisi perut.

Yang juga penting diingat, jangan merusak alam dan membuang sampah sembarang selama berada di Lembah Ollon.


- Reqnews 

Pulau Elba Napoleon, Rekomendasi Tempat Wisata Setelah Pandemi

Erick Wahyudi Prakoso Reply 23.40

 


Virus corona lambat laun mulai sedikit berkurang penyebarannya. Sebabnya, tak ada salahnya jika kalian merencanakan berwisata ke pulau Elba tempat pengasingan Napoleon Bonaparte. Di sana kalian akan dimanjakan dengan keindahan pantai dan pegunungannya. Pulau Elba bisa menjadi pilihan list wisata kamu bersama keluarga.

Adapun beberapa tempat menarik di pulau ini yang bisa kalian kunjungi antara lain:

1.      Pantai Barabarca

Wisata ini letaknya sedikit ekslusif karena tertutupi teluk yang mengelilinginya dan semak-semak belukar Mediterania, lokasinya juga jauh dari kota Capoliveri. Pemandangan air lautnya yang jernih membuat dasar laut terlihat dengan jelas.

Tidak hanya menyuguhkan pemandangan pantai yang indah, di sana juga menyediakan alat tranportasi laut seperti perahu dan kano untuk melengkapi perjalanan wisata di pantai Barabarca.

2.      Akuarium Elba

Tempat akuariumnya memang tidak sebesar Georgia Aquarium di Amerika Serikat. Meski terbilang kecil, warga di sana bangga mempunyai akuarium yang paling lengkap di Mediterania yaitu menyimpan 150 spesies organisme laut.

Tempat tersebut dikelola langsung oleh masyarakat sekitar tanpa bantuan dana dari pemerintah. Makanya, tidak banyak perubahan pada bangunan akuarium tersebut.

3.      Tambang Capoliveri

Pengalaman menantang akan didapatkan saat mengunjungi tambang bersejarah. Tambang tersebut merupakan mata pencaharian masyarakat pulau Elba lebih dari 3.000 tahun lamanya. Baru pada tahun 1980 kegiatan tambang diberhentikan.

Walau sudah diberhentikan, di dalamnya masih tersimpan sisa-sisa besi para pekerja terdahulu. Pengunjung bisa masuk ke dalam tambang bersama pemandu wisata dengan kedalaman 7 km di bawah permukaan laut.

Meski sudah dijadikan tempat wisata, tapi jalan yang dilalui saat masuk ke dalam tambang belum tersentuh aspal, dan jalannya bekelok-kelok. Buat yang menyukai adrenalin menantang, perjalanan yang satu ini patut dicoba.

4.      Gunung Capanne

Satu-satunya gunung tertinggi di pulau Elba ini bisa memanjakan mata dengan pesona alam yang memesona. Dari puncak Capanne, terlihat pemandangan kota Elba dari ketinggian.

Untuk mencapai puncaknya tidak perlu dengan cara mendaki, cukup membayar uang naik kereta gantung yang sudah disediakan. Perjalanan menaiki kereta gantung cukup membutuhkan waktu 18 menit saja dengan rute dari bawa ke atas dan ke bawah lagi.

5.      Palazzina dei Mulini

Di tempat inilah Napoleon Bonaparte tinggal selama pengasingannya di Elba, dan sebelum pindah ke pulau Saint Helena hingga kematiannya. Bentuk aslinya mengalami perubahan selama ditempati oleh Napoleon saat itu. 

Kini tempat tersebut telah berubah menjadi museum yang menyimpan barang-barang antik, dekorasi, dan furniture serta koleksi perpustakaan pada zaman Napoleon. 


- Reqnews

5 Wisata Garut yang Memorable

Erick Wahyudi Prakoso Reply 22.29

 


Garut tak hanya dikenal dengan kuliner dodol nya yang khas, ternyata kota Garut juga punya destinasi wisata yang memorable banget.

Berikut destinasi wisata kota Garut yang dijamin memorable banget;

Sebelum benar-benar bisa mengunjungi Swiss, sempatkan dulu berkunjung ke objek-objek wisata Garut:

1.  Bukit Pilar Angin

Hamparan padang rumput luas dengan latar berupa perbukitan jadi pemandangan yang tidak akan dilupakan di Bukit Pilar Angin. Mungkin kalian tidak akan mengira bahwa sedang berada di Garut. Bukit Pilar Angin terletak di belakang Bukit Cikajar, Kecamatan Cikelet, Garut, Jawa Barat.

Sinar matahari keemasan akan membuat foto makin eksotis. Barangkali lokasi ini juga mengingatkan pada kondisi Sumbawa dengan sabana luas diselingi stepa.

2. Situ Bagendit

 


Ingat Swiss tak pelak membuat penggemar drama Korea teringat 'Crash Landing On You'.

Diceritakan Yoon Se-ri pertama kali mendengarkan lagu 'For Brother' saat berwisata di Lake Brienz. Ri Jeong-hyeok memainkan lagu ciptaannya ini dengan piano di sebuah dermaga kecil di Iseltwald.

Untuk napak tilas adegan bersejarah ini, tidak ada salahnya mengunjungi . Terletak di kecamatan Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, lokasi ini cocok untuk dikunjungi bersama pasangan maupun keluarga besar.

Cukup dengan rakit atau perahu bebek, turis bisa berkeliling danau layaknya Yoon Se-ri mengelilingi Lake Brienz.

3. Puncak Guha



Keindahan bukit dan hamparan laut bakal menyambut kamu di Puncak Guha. Bayangkan berada di puncak bukit yang berbatasan langsung dengan laut, angin sepoi-sepoi plus deburan ombak.

Mungkin cukup bermodal secangkir kopi dan gitar, sudah membuat pikiran rileks.

Puncak Guha terletak di Desa Sinarjaya, Kecamatan Bungbulang, Garut. Di bawah Puncak Guha, terdapat gua kelelawar. Jelang sore, turis akan disuguhi pemandangan senja dan kelelawar yang berarak keluar gua. 

4. Curug Nyogong

 


Potensi wisata curug di Garut tidak perlu diragukan lagi. Kamu layak menambahkan Curug Nyogong di Kampung Sawah Pasir, Mekarwangi, Kecamatan Cihurip sebagai destinasi wisata.

Curug satu ini bentuknya unik karena aliran air seperti menikung. Itulah mengapa curug dinamakan 'nyogong' yang memang menikung dari aliran utamanya yakni Curug Caileuan.

5. Pantai Rancabuaya

 


Penikmat wisata pantai wajib mampir ke Pantai Rancabuaya. Berlokasi di Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, pantai menghadap langsung Samudera Hindia.

Seperti tawaran wisata pantai lain, di sini kamu disuguhi hamparan pantai pasir putih bersih. Yang spesial, terdapat air terjun air tawar di salah satu sudut pantai. 


- Reqnews

Serunya Menjelajahi Wisata Bumi Sriwijaya

Erick Wahyudi Prakoso Reply 18.33

 


Palembang yang merupakan Ibu Kota Sumatera Selatan terus bebenah. Bila Anda datang pada saat ini , kota pempek sedang giat membangun infrastruktur. Jadi jangan heran bila sedikit kemacetan akan mewarnai perjalanan Anda.

Palembang memiliki banyak tempat wisata. seperti Benteng Kuto Besak, Pulau Kemaro, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, juga Situs Purbakala Bukit Siguntang.

Menyusuri keagungan agama memang menjadi aktivitas yang menyejukkan hati. Di tiap daerah pastinya memiliki tempat yang indah sebagai objek wisata religi, begitu juga dengan Palembang.

Di kota yang dulunya merupakan pusat kerajaan Sriwijaya ini, memiliki tempat wisata yang unik dan mendunia yaitu Museum Al-Quran Raksasa, tepatnya di Jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang, RT 03, RW 01, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang, Sumatera Selatan.

Di sini Anda dapat melihat lembaran Al-quran berpindah ke kayu-kayu yang tersusun di dinding. Ayat-ayat Al-quran dipahat di permukaan kayu tembesu berukuran panjang 177 centimeter dengan lebar 140 centimeter dan ketebalan 2,5 centimeter.

Kayu tembesu menjadi pilihan agar mushaf awet dan tahan lama, karena kayu ini memiliki kualitas terbaik juga untuk mempermudah dan memperindah ornamen-ornamen ukiran khas Palembang di samping untuk mensyiarkan Islam dan untuk mempromosikan budaya dan tradisi kota Palembang.

Tidak hanya hari libur, namun hampir tiap hari Museum Al-Quran besar ini ramai dikunjungi wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Anda yang ingin membawa pulang oleh-oleh, di sini juga tersedia para penjual oleh-oleh dari aksesoris, pakaian, makanan dan lainnya.

Mesjid Cheng Hoo

Jangan lupa mengunjungi Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang  atau dikenal dengan nama Masjid Cheng Hoo.

Lokasinya ada di Jakabaring. Pembangunan mesjid ini dimulai pada 2003 dan mulai digunakan sejak 2008. Mesjid  ini mengandung unsur budaya dan arsitektur bernuansa Tionghoa yang  didominasi warna merah dan menara di kedua sisi mesjid berbentuk mirip pagoda.

Mesjid berlantai dua ini mampu menampung 600 jamaah.  Di bangun  di atas lahan 5000 meter, mesjid ini juga dilengkapi taman indah.Masjid Cheng Hoo dibangun atas prakarsa Pembina Iman Tauhid Islam yang dahulu dikenal sebagai Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Sumsel,  serta tokoh masyarakat Tionghoa di sekitar Palembang.

Tentunya pembangunan mesjid ini tidak lepas dari sejarah kedatangan Laksamana Cheng Hoo. Sebagaimana diketahui  Cheng Ho sempat singgah di Palembang. Penyebaran agama Islam di Palembang, selain dilakukan para pedagang dari Arab juga dari pedagang asal Tionghoa yang berpengaruh terhadap penyebaran dan perkembangan agama Islam di Palembang.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II terletak di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II No. 2, Kelurahan 19 Ilir, Palembang. Museum ini letaknya di tepi sungai Musi, yang merupakan pusat kota di kota Pelembang.

Nama Sultan Mahmmud Badaruddin II disematkan pada museum ini untuk mengingat dan menghargai jasa-jasanya. Sultan Mahmud Badaruddin II memiliki nama asli Raden Hasan Pangeran Ratu, ia merupakan pemimpin kesultanan Palembang-Darussalam selama dua periode, setelah masa pemerintahan ayahnya, Sultan Muhammad Badaruddin.

Ia sosok pemimpin berani. Dalam masa pemerintahannya, beberapa kali memimpin pertempuran melawan Inggris dan Belanda. Ketika Belanda berhasil menguasai Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin II dan keluarga ditangkap dan diasingkan ke Ternate.

Konon, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan lahan bekas keraton yang dibangun Sultan Mahmud Badaruddin I. Bangunan Museum pun merupakan gedung tua terdiri dari dua lantai, arsitekturnya campuran antara Eropa dan budaya Palembang. Ini terlihat dari bentuk bangunan yang mencirikan khas Belanda  dengan atap rumah limas khas Palembang.

Museum ini telah beberapa kali direnovasi namun meski demikian bentuk asli bangunan tetap dipertahankan, sehingga bentuknya tidak berubah. Perubahan hanya dilakukan pada bagian dalam.

Di dalam museum, banyak ditemukan benda-benda sejarah baik prasasti, arca, keramik dan prabotan yang digunakan pada masa dahulu, serta gambaran adat istiadat Palembang seperti pakaian adat, kain dan pelaminan khas Palembang.(*)

- Reqnews 

Search

Indonesia Berprestasi

Indonesia Berprestasi
Lomba Blog Pendidikan

Pengunjung

Flag Counter

Waktu Sekarang