Palembang yang
merupakan Ibu Kota Sumatera Selatan terus bebenah. Bila Anda datang
pada saat ini , kota pempek sedang giat membangun infrastruktur. Jadi
jangan heran bila sedikit kemacetan akan mewarnai perjalanan Anda.
Palembang memiliki banyak tempat wisata. seperti Benteng Kuto Besak,
Pulau Kemaro, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, juga Situs Purbakala
Bukit Siguntang.
Menyusuri keagungan agama memang menjadi aktivitas yang menyejukkan
hati. Di tiap daerah pastinya memiliki tempat yang indah sebagai objek
wisata religi, begitu juga dengan Palembang.
Di kota yang dulunya
merupakan pusat kerajaan Sriwijaya ini, memiliki tempat wisata yang
unik dan mendunia yaitu Museum Al-Quran Raksasa, tepatnya di Jalan M
Amin Fauzi, Soak Bujang, RT 03, RW 01, Kelurahan Gandus, Kecamatan
Gandus, Palembang, Sumatera Selatan.
Di sini Anda dapat melihat lembaran Al-quran berpindah ke kayu-kayu
yang tersusun di dinding. Ayat-ayat Al-quran dipahat di permukaan kayu
tembesu berukuran panjang 177 centimeter dengan lebar 140 centimeter dan
ketebalan 2,5 centimeter.
Kayu tembesu menjadi pilihan agar
mushaf awet dan tahan lama, karena kayu ini memiliki kualitas terbaik
juga untuk mempermudah dan memperindah ornamen-ornamen ukiran khas
Palembang di samping untuk mensyiarkan Islam dan untuk mempromosikan
budaya dan tradisi kota Palembang.
Tidak hanya hari libur, namun
hampir tiap hari Museum Al-Quran besar ini ramai dikunjungi wisatawan,
baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Anda yang ingin membawa
pulang oleh-oleh, di sini juga tersedia para penjual oleh-oleh dari
aksesoris, pakaian, makanan dan lainnya.
Mesjid Cheng Hoo
Jangan lupa mengunjungi Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang atau dikenal dengan nama Masjid Cheng Hoo.
Lokasinya
ada di Jakabaring. Pembangunan mesjid ini dimulai pada 2003 dan mulai
digunakan sejak 2008. Mesjid ini mengandung unsur budaya dan arsitektur
bernuansa Tionghoa yang didominasi warna merah dan menara di kedua
sisi mesjid berbentuk mirip pagoda.
Mesjid berlantai dua ini mampu menampung 600 jamaah. Di bangun di
atas lahan 5000 meter, mesjid ini juga dilengkapi taman indah.Masjid
Cheng Hoo dibangun atas prakarsa Pembina Iman Tauhid Islam yang dahulu
dikenal sebagai Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Sumsel, serta tokoh
masyarakat Tionghoa di sekitar Palembang.
Tentunya pembangunan
mesjid ini tidak lepas dari sejarah kedatangan Laksamana Cheng Hoo.
Sebagaimana diketahui Cheng Ho sempat singgah di Palembang. Penyebaran
agama Islam di Palembang, selain dilakukan para pedagang dari Arab juga
dari pedagang asal Tionghoa yang berpengaruh terhadap penyebaran dan
perkembangan agama Islam di Palembang.
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
Museum
Sultan Mahmud Badaruddin II terletak di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin
II No. 2, Kelurahan 19 Ilir, Palembang. Museum ini letaknya di tepi
sungai Musi, yang merupakan pusat kota di kota Pelembang.
Nama
Sultan Mahmmud Badaruddin II disematkan pada museum ini untuk mengingat
dan menghargai jasa-jasanya. Sultan Mahmud Badaruddin II memiliki nama
asli Raden Hasan Pangeran Ratu, ia merupakan pemimpin kesultanan
Palembang-Darussalam selama dua periode, setelah masa pemerintahan
ayahnya, Sultan Muhammad Badaruddin.
Ia sosok pemimpin berani. Dalam masa pemerintahannya, beberapa kali
memimpin pertempuran melawan Inggris dan Belanda. Ketika Belanda
berhasil menguasai Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin II dan keluarga
ditangkap dan diasingkan ke Ternate.
Konon, Museum Sultan Mahmud
Badaruddin II merupakan lahan bekas keraton yang dibangun Sultan Mahmud
Badaruddin I. Bangunan Museum pun merupakan gedung tua terdiri dari dua
lantai, arsitekturnya campuran antara Eropa dan budaya Palembang. Ini
terlihat dari bentuk bangunan yang mencirikan khas Belanda dengan atap
rumah limas khas Palembang.
Museum ini telah beberapa kali
direnovasi namun meski demikian bentuk asli bangunan tetap
dipertahankan, sehingga bentuknya tidak berubah. Perubahan hanya
dilakukan pada bagian dalam.
Di dalam museum, banyak ditemukan
benda-benda sejarah baik prasasti, arca, keramik dan prabotan yang
digunakan pada masa dahulu, serta gambaran adat istiadat Palembang
seperti pakaian adat, kain dan pelaminan khas Palembang.(*)
- Reqnews