Kenapa Kita Tidak Terlempar Ketika Melompa di Dalam Kereta?

Erick Wahyudi Prakoso Reply 07.54

  Kereta api merupakan transportasi umum yang banyak digunakan di kalangan masyarakat, terutama untuk bepergian jauh. Dengan kecepatannya, d...

Liburan Akhir Tahun Tiba! Hotel Mewah Ini Tebar Promo Menginap Spesial Nataru, Diskonnya Bikin Ngiler!

Erick Wahyudi Prakoso Reply 04.32

  Belum punya rencana aktivitas untuk mengisi libur Nataru (Natal dan Tahun Baru)? Staycation atau menginap di hotel bersama keluarga bisa...

Ini 3 Wisata di Batu Yang Sayang Untuk Dilewatkan

Erick Wahyudi Prakoso Reply 23.23

Sejumlah tempat wisata di Batu memiliki pesona yang tak terbantahkan. Mulai dari wisata alam hingga wisata rekreasi. Oleh karena itu, saat ...

Nikmati Sensasi Liburan Pantai Berlian yang Eksotis di Kongo

Erick Wahyudi Prakoso Reply 05.40

Belakangan ini dunia digemparkan oleh gunung emas di Kongo dan pantai emas di Maluku. Namun tak hanya di kedua tempat tersebut lho,  Islandi...

 


Untuk kamu yang menyukai wisata denga suasana tenang dan jauh dari peradaban, Hotel Pater Noster Light House di Teluk Swedia bisa jadi rekomendasi. Pater Noster Light House berarti rumah di ujung, berlokasi di Pulau Hamneskar, Swedia.

Hotel di pulau terpencil ini berdiri berdampingan dengan mercusuar bernama serupa yang berasal dari abad ke-19 silam dan memiliki 9 kamar yang hanya dapat mengakomodasi sekitar 18 tamu.

Walau berlokasi di pulau terpencil, penginapan ini memiliki sebuah restoran, bar, serta area tidur outdoor dan kafe.

Awalnya, akomodasi hotel itu dibangun untuk rumah sang penjaga mercusuar dan stafnya. Hanya seiring dengan berjalannya waktu, mercusuar itu malah menciptakan sebuah komunitas yang terdiri dari para pelaut yang diselamatkan di sana.

Atas nilai sejarahnya, sekelompok enterpreneur Swedia yang terdiri dari pelaku hotel, restoran, desainer dan pelaut profesional bekerja sama dan memberi nafas baru bagi mercusuar tersebut. Yakni dengan menjadikannya sebuah penginapan.

Setelah disulap jadi penginapan, kini kamu bisa menikmati sejumlah fasilitas nyaman ala hotel di sana. Yang asyiknya, tamu juga bisa mencoba memancing, memasak, berlayar, bermain kayak hingga diving.

Harganya yang ditawarkan untuk mengihap di hotel ini bervariasi, mulai dari 284 Poundsterling per malam atau sekitar Rp 5,4 juta. sampai Rp 7,8 juta per malam.

Untuk mencapai hotel di ujung dunia ini, kamu bisa naik boat dari Gothenburg atau dari kota terdekat Marstrand. Bisa juga dengan naik helikopter apabila cuaca memungkinkan.


- Reqnews 

Sensasi Menginap di Hotel Ujung Dunia

Erick Wahyudi Prakoso Reply 23.45

  Untuk kamu yang menyukai wisata denga suasana tenang dan jauh dari peradaban, Hotel Pater Noster Light House di Teluk Swedia bisa jadi ...

 


Sudah bukan rahasia umum jika Tana Toraja memiliki bayak spot cantik dan mewah untuk bersua foto. Salah satunya adalah Desa Buakayu (Desa Ollon) di Kecamatan Bonggakaradeng yang menjadi Lembah Ollon atau yang populer disebut Bukit Teletubbies di Tana Toraja. 

Dengan berkendara mengguakan sepeda motor dengan durasi sekitar 2-3 jam perjalanan. Jaraknya sekitar 40 km. Namun tak sedikit treveler yang menulis kalau perjalanan menuju ke sini cukup curam, jadi treveler perlu menumpang mobil off-road atau motor trail.

Namun sulitnya track yang di tempuh akan terbayar saat kamu disambut lahan hijau berbukit yang menjadi pemandangan utama sesampainya Desa Buakayu.

Jika langit sedang cerah, di musim kering sekitar pukul 9 pagi sampai 11 siang, kamu bisa dengan mudah beragam sudut foto dengan pemandangan mirip Pegunungan Patagonia yang khas dengan tebing beruratnya.

Kamu juga bisa mendirikan tenda atau bermalam di rumah warga, sekitar Lembah Ollon.

Takhanya itu, Lembah Ollon juga menjadi lokasi warga berkebun serta beternak sapi dan kuda.

Meski wisata ini sudah viral, namun fasilitas ditempat ini masih lumayan minim. Jadi sebaiknya kamu membawa perbekalanmu.

Jagung menjadi makanan utama warga di sini. Meski tempat ini sudah viral di media sosial, namun fasilitas wisatanya masih minim, sehingga turis bisa membawa bekal makanan dan minuman sendiri untuk mengisi perut.

Yang juga penting diingat, jangan merusak alam dan membuang sampah sembarang selama berada di Lembah Ollon.


- Reqnews 

Bertualang ke Bukit Ollon Tana Toraja

Erick Wahyudi Prakoso Reply 23.42

  Sudah bukan rahasia umum jika Tana Toraja memiliki bayak spot cantik dan mewah untuk bersua foto. Salah satunya adalah Desa Buakayu (Des...

Pulau Elba Napoleon, Rekomendasi Tempat Wisata Setelah Pandemi

Erick Wahyudi Prakoso Reply 23.40

  Virus corona lambat laun mulai sedikit berkurang penyebarannya. Sebabnya, tak ada salahnya jika kalian merencanakan berwisata ke pulau El...

Search

Indonesia Berprestasi

Indonesia Berprestasi
Lomba Blog Pendidikan

Pengunjung

Flag Counter

Waktu Sekarang